Tak Berkategori

Pengertian Umroh, Hukum, Syarat dan Rukun Umroh

Pengertian Umroh

Umroh adalah mengunjungi Baitullah (Ka’bah) untuk melaksanakan kegiatan ritual ibadah di tanah suci Mekkah (khususnya Masjidil Haram) dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur/ditetapkan dalam Al-Qura’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Umroh juga bisa diartikan suatu bentuk perbuatan yang dengan sengaja dilakukan suatu perjalanan menuju ke tempat yang selalu didatangi (Masjid Al-Haram). Hal ini yang membedahkannya dengan haji. Ibadah umroh boleh dilakukan setiap saat tidak dibatasi oleh waktu (kapan saja), sedangkan pada ibadah haji yang hanya boleh dilakukan di bulan tertentu, yaitu bulan Dzulhijjah setiap satu tahun sekali (tahun hijriyah).

Hukum menjalankan ibadah umroh

Ada 2 (dua) pendapat mengenai hukum umroh :

  1. Imam Hanafi & Malik: Umrah tidak diwajibkan, akan tetapi sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat muslim yang mampu melaksanakannya. Mampu disini yaitu mampu secara materi maupun non-materi.
  2. Imam Syafi’i & Hambali: Umrah wajib bagi yang mampu, sekali seumur hidup dan belum pernah melaksanakannya. Pendapat ini menjadi yang terkuat dalam hukum umroh

Melakasanakan umroh bisa dilakukan kapanpun, kecuali pada hari Arafah yakni tanggal 10 Djulhijjah dan hari tasryk  yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Djulhijjah. Melaksanakan  ibadah umroh boleh berulang-ulang kali, akan tetapi sangat di anjurkan satu kali seumur hidupnya. Tetapi jika kita mampu itu sangat boleh. Sesuai dengan hadits Rasulullah : “Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya”

Umroh disebut juga dengan Haji Kecil (Alhajju I-Ashghar). Berumroh pada bulan Ramadhan nilai pahalanya sama dengan kita melaksanakan haji, ini menurut hadits riwayat Imam Muslim

Syarat-syarat umroh

  1. Beragama Islam,
    Ibadah umroh khusus bagi umat islam (muslim), jadi diluar islam tidak ada ibadah umroh
  2. Aqil Baligh (Dewasa & Berakal Sehat)Dalam pelaksanaan umroh kita diperbolehkan membawa anak-anak. Tujuannya hanya sekedar sarana pendidikan tentang sejarah dan perabadan agama islam. Mereka (anak) belum aqil baligh, jadi belum termasuk syarat sahna umroh.
  3. Merdeka
    Umroh diperuntukan bagi mereka yang bebas (merdeka), bukan budak/hamba sahaya, kecuali mendapatkan izin dari majikan/tuannya.

  4. Mampu
    Mampu disni, yakni kemampuan fisik, finansial serta keamanan.

Rukun Umroh

  1. Ihram
    Niat ibadah umroh dari miqot dan berpakaian ihram.
  2. Tawaf
    Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali
  3. Sa’i
    Berjalan kaki sebanyak 7 (tujuh) kali bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah.
  4. Tahallul
    Tahallul yakni larangan ihram yang sudah dihalalkan, ini menandakan berakhirnya ibadah umroh. Selanjutnya dilakukan dengan mencukur rambut.
  5. Tertib
    Jika semua rukun-rukun diatas sudah dilaksanakan dengan baik dan benar. Semua rukun tersebut dilakukan secara tertib dan berurut

Demikianlah beberapa penjelasan sigkat mengenai Pengertian Umroh, Hukum, Syarat dan Rukun Umroh. Semoga bermanfaat dan menjadikan referensi buat pembelajaran kita semua. Aamiin

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s